Senin, 26 April 2010

Mempercepat Koneksi Internet Speedy

Settingan di Internet Explorer : (bisa digunakan pada browser yang lainnya juga)

Bagi para pengguna ISP Speedy silahkan untuk mencoba dan rasakan hasiatnya kecepatan browsing dan download Anda dengan merubah proxy server pada IE Anda (100%).

Caranya sbb:

1. BUKA IE => TOOL => OPTION => CONNECTION => LAN Settings (lihat gambar)



2. Pada kolom Automatic Configuration hilangkan centangan pada Automatically detect settings dan Use automatic configuration script (lihat gambar di bawah)



3. Pada kolom Proxy server Centang bagian use proxy server for your LAN.... => pada kotak dialog Address masukkan : PROXIES.TELKOM.NET.ID dan pada kotak dialog PORT, isikan : 8080 (lihat gambar di atas)

4. Klik “OK”

5. PADA IDM, MASUK KE TAB PROXY. BERI TANDA CENTANG (KLIK KIRI) PADA : ” HTTP PROXY; HTTPS PROXY ; FTP PROXY ” isikan PORT dg : 8080



6. Klik Get from IE lalu klik OK

Selain cara diatas (dikombinasikan) jika terjadi lelet terutama pd saat browsing, bisa dilakukan sbb :
1. Setting Proxy pd FF dikembalikan ke NO PROXY ( setting MANUAL PROXY usah dihapus, centang aja di NO PROXY)

2. Setting MODEM ADSL pd bag. DNS PROXY sbb dengan mendeteksi Adsl di 192.168.1.1 lihat berapa proxy yang ada dan isikan pada TCP/IP Network di bagian DNS dengan proxy di bawah ini :
PRIMARY DNS : 208.67.222.222
SECONDARY DNS : 208.67.220.220

atau

PRIMARY DNS : 209.131.36.157
SECONDARY DNS : 208.67.222.222

3. Klik OK

Langkah selanjutnya gabungkan dengan settingan IDM seperti langkah di bawah ini :

Cara 1 :

1. Buka Internet Download Manager (IDM)
2. Setting Options -> Connections -> Connection Type Speed -> ubah jadi LAN 10MBs
3. Terus di Default Max Conn Number pilih 16
4. Klik OK
5. Terus Klik menu download lalu sorot bagian speed limiter dan klik setting
6. Isikan 512 pada kotak dialog maximum download speed for one file.
7. Centang semua kotak kecil yang ada disana.

Cara 2 : (untuk pengguna Win XP & Vista)

Windows Vista dan XP secara default menahan bandwith sekitar 20 %, cara membebaskan bandwith yang tertahan.
1. Buka Run ketik gpedit.msc
2. Masuk ke Computer Configuration -> Administrative Template -> Network ->
3. Qos Packet Scheduler -> Limit Reservable Bandwith -> pilih enable -> ubah nilainye jadi 0


Dan jangan lupa mozillanya di masukin IDM addons-nya Klik disini


Tips Supaya Adsl dan komputer Anda stabil, sebaiknya :

1. Beli dan pasanglah "STEP UP adaptor" sebagai penstabil saat tegangan listrik turun

2. Beli dan pasanglah Stabilizer untuk menjaga kemungkinan saat tegangan listrik Anda naik

3. Beli dan pasanglah UPS untuk menstabilkan keseluruhannya dan mengamankan perangkat keras yang Anda miliki.

Menengok beberapa jenis virus


Pada kesempatan ini kita akan melihat sekilas beberapa jenis virus. Diantaranya:

1. Virus Boot Sector
________________________________________
Virus yang memakai bagian disk yang bernama boot sector atau boot record. Boot record berisi informasi tentang OEM dan versinya, kapasitas disk, jumlah byte per sector, jumlah sector per cluster, jumlah FAT, jumlah maksimum file pada root directory, dan lain-lain
Cara kerja virus boot sector secara ringkas adalah

• Boot record asli digantikan dengan Boot Record virus


• Boot Record virus membelokkan proses menuju Boot Record Asli.


• Rutin Pembelok Interupsi dibaca.


• Rutin virus Resident dijalankan.
Jika perintah interupsi system dijalankan, maka interupsi yang telah dimanipulasi virus akan dijalankan

2. Virus File
Virus yang memanfaatkan file data/program. Secara kasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a) Virus File Overwrite
Virus ini akan menempelkan (menindih) seluruh bagian programnya diawal file sehhingga bagian asli file akan hilang, digantikan dengan program virus.
Cara kerja dari virus File Overwriting ini amatlah kasar dan sederhana, yaitu seluruh program virus di-copy-kan ke awal file yang diinfeksi. Selesai!

b) Virus File Non Overwrite
Virus jenis ini menempel pada file, namun tidak akan merusak file program yang diserangnya. Prinsip kerjanya mirip dengan virus overwrite.hanya saja, ia tidak akan menindih file asli, tapi menempelkan dirinya di awal file dan menggeser file asli sehingga ukuran asli akan berubah.

c) Virus File New File (WORM)
Virus yang menggandakan dalam dirinya tidak menempel pada file, tapi membuat copy programnya sendiri dengan kriteria tertentu. Jenis yang ketiga ini sebetulnya tidak murni virus! Karena ia tidak menempel dan tidak menginfeksi program. Kalaupun ia menempel, dapat dipastikan tidak akan dapat bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga file yang sudah diinfeksi (kalau ada) tidak dapat menjadi file infector –file virus yang mempunyai kemampuan menulari file lainnya-. Jenis ini sebenarnya adalah WORM!. Tapi karena public sering menyebut dan menganggapnya sebagai virus ya..sudah..daripada saya ngotot meluruskan salah kaprah dengan resiko digebukin, saya ambil win-win solution dan memasukkannya sebagai salah satu anggota keluarga virus dengan nama virus file new file….hehe…. J nah… kalo begini kan damai dan lebih tenang, Gitu Aja Koq Repot….(kata Gusdur…)

3. Virus Macro
Virus jenis ini akan hidup dengan menempel pada file MS-Word atau Exel dengan memanfaatkan fasilitas pemrograman VBA (visual basic for Application) yang ada pada aplikasu Word atau Excel. Ada berbagai teknik infeksi virus macro seperti berikut.

Teknik Infeksi DOT
Mengekspor data filenya ke suatu tempat khusus dengan nama khusus
Melakukan infeksi normal template dengan cara mengimpor file khusus tersebut.
Normal Template dimodifikasi dan disimpan dengan file jenis DOT ke folder startup office.
saat word dijalankan, ia kan menjalankan file DOT tersebut.

Teknik Infeksi File Document.
Virus akan dibuat pada objek This Document.
Saat virus aktif, ia akan mengcopykan file programmnya ke suatu file khusus di tempat khusus.
Saat melakukan penginfeksian, file tersebut dibaca untuk proses infeksi file yang ada.

Teknik Infkesi Impor Ekspor
Teknik ini mirip dengan eknik infeksi DOT. Hanya saja ia tidak akan membuat file DOT. Ia akan memanfaatkan file normal template dalam melakukan infeksi.
Saat aktif, virus akan mengekspor data filenya ke suatu tempat khusus
Lalu melakukan infeksi normal template dengan cara mengimpor file khusus tersebut ke normal template.

4. Virus Hybird
Virus Hybird merupakan virus gabungan antara virus boot sector dan virus file, virus ini dapat menyerang boot sector dari disket atau partisi dari hard disk, namun juga dapat menyerang ke suat file yang dapat diproses.

Virus ini mempunyai tingkat pemrograman yang cukup sulit. Sehingg cukup jarang ditemukan, contohnya adalah virus Mystic atau disebut juga sebagai virus Liberty. Virus ini akan menyerang boot sector dan file-file yang berakhiran COM, EXE dan file-file overlay.

Bila kita meninjau suatu virus melalui keganasannya, virus digolongkan menjadi 3 jenis virus yaitu:

a. Virus Jinak
Virus ini biasanya tidak mempunyai kemampuan merusak tapi hanya menumpanng nampang dan tidak merusak media penyimpan.
Contoh: Virus Den Zuko yang akan menampilkan gambar grafik ketika dilakukan proses booting.

b. Virus Ganas
Virus ganas adalah virus yang merusak media penyimpan, tetapi kerusakannya masih dapat dipulihkan kembali.

c. Virus Mematikan
Virus ini biasanya merusak dan tidak dapat disembuhkan lagi. Kalau sudah terinfeksi virus ini, maka kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat fatal dan tidak dapat diperbaiki lagi
Contoh: Virus Michael Angelo, 666, dll…

Memahami Virus Komputer


Pada dasarnya, virus komputer adalah sebuah program komputer yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan programnya kedalam sebuah file lain. Mirip seperti virus biologis, virus komputer dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah komputer, atau bahkan menulari file di komputer lain, baik melalui jaringan maupun lewat kegiatan tukar-menukar file.

Dahulu kita mengenal pembagian virus berdasarkan sasaran penyebarannya, yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan (disket, hard disk) yang pertama kali dibaca oleh sistem operasi saat media tersebut diakses. Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di komputer yang sama. Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas, yaitu yang dikenal sebagai virus partisiTabel partisi adalah bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector) yang menjadi pedoman bagi sistem operasi untuk melakukan proses pembacaan. Sekali bagian ini dihancur-leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk tidak lagidapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.

Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menyisipkan programnya dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan sistem operasi DOS masih meluas, sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yakni yang namanya berakhiran dengan ekstensi .COM atau .EXE. Selain melakukan penularan, virus file seringkali menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya. Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai "bom waktu", dimana program virus akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh si programmer. "Aksi" ini bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti menampilkan pesan dan membunyikan speaker, hingga melakukan perusakan dengan menghapus data, atau bahkan memformat hard disk!

Belakangan, saat penggunaan program berbasis Windows mulai marak dengan aneka macam fitur, maka kita kembali mengenal satu jenis virus baru, yakni virus macro. Macro adalah serangkaian perintah--mirip perintah dalam bahasa pemrograman--yang disediakan oleh perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya untuk menyusun suatu rangkaian pekerjaan tertentu. Rangkaian perintah tersebut akan dijalankan sekaligus oleh perangkat lunak saat macro dijalankan. Fasilitas macro berguna untuk memudahkan pengguna dalam melakukanlangkah-langkah yang berurutan dan berulang-ulang. Celakanya, fasilitas ini akhirnya disalah gunakan oleh tangan-tangan jahil untuk membuat macro yang berisi perintah-perintah penularan dan bahkan perusakan!

Jenis virus macro yang terkenal adalah virus WordMacro yang khusus dibuat untuk menginfeksi file data dari perangkat lunak pengolah kata Microsoft Word (berekstensi .DOC). Virus jenis ini memiliki hingga ribuan varian dengan aneka macam jenis gangguan. Mulai dari yang hanya menampilkan pesan pada waktu-waktu tertentu, hingga melakukan perusakan pada file. Virus WordMacro tergolong memiliki varian paling banyak karena kode-kodenya yang mudah untuk dimodifikasi. Disamping itu, mempelajari macro pada MS Word tidaklah sesulit mempelajari bahasa Assembly atau C (bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk membuat program virus).

TROJAN HORSE DAN WORM

program lain. Selain virus dalam artian seperti disebut diatas, kita juga mengenal program yang disebut Trojan Horse (Kuda Troya). Trojan Horse sebenarnya bukanlah sebuah virus dalam artian sesungguhnya, karena program ini tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan dirinya keNamun demikian, program ini tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan program virus komputer.

Trojan Horse umumnya dikemas dalam bentuk sebuah program yang menarik. Namun dibalik daya tarik software tersebut, tersembunyi fungsi lain untuk melakukan perusakan. Pengguna komputer yang mendapatkan file ini umumnya akan terpancing untuk menjalankannya. Akibatnya tentu fatal, karena dengan demikian si pengguna telah meenjalankan rutin-rutin perusak yang siap menebar bencana di komputernya.

Sumber malapetaka lain yang mirip dengan virus (namun tidak bisa dikatagorikan sebagai virus) adalah worm. Worm biasa menyebar melalui e-mail, berupa sebuah program kecil yang diattachkan pada sebuah pesan e-mail. Pengguna yang tertarik akan menjalankan program tersebut. Selanjutnya, bisa ditebak, si program akan langsung melakukan aksinya. Worm akan menggandakan diri dengan mengirimkan filenya secara otomatis melalui attachment ke setiap alamat yang ada dalam address book pada software e-mail korban. Umumnya worm tidakbersifat merusak, namun demikian selain mengakibatkan kejengkelan di pihak korban, serangan worm dapat sangat berbahaya bagi mailserver. Berjangkitnya worm menyebabkan beban kerja mailserver melonjak drastis hingga dapat mempengaruhi performanya.

Worm umumnya berbentuk file executable (berekstensi .EXE datau .SCR), yang terlampir (attach) pada email. Namun demikian, ada beberapa jenis worm yang berbentuk script yang ditulis dalam bahasa Visual Basic (VBScript). Sasaran serangan worm jenis ini terutama adalahperangkat lunak e-mail Microsoft Outlook Express.

ANTI VIRUS

Dewasa ini, berbagai perangkat lunak telah tersedia di pasaran sebagai penangkal terhadap serangan virus. Program ini biasanya bekerja dengan cara memindai (scan) sebuah file dan mencocokkannya dengan ciri-ciri virus yang ada dalam databasenya. Bagian lain dari program anti virus merupakan program yang menetap (residen) di memory komputer. Bagian ini berfungsi untuk memonitor aktivitas baca-tulis pada media penyimpanan terhadap adanya "anomali" yang mungkin disebabkan oleh adanya virus. Tidak semua virus dapat dihilangkan oleh anti virus. Beberapa jenis virus melakukan penimpaan (overwrite) terhadap file yang ditularinya. File yang terjangkit virus jenis ini mustahil untuk dapat diperbaiki.

Beberapa jenis virus diracang untuk mengelabui program-program anti virus yang ada saat ini. Virus jenis ini diantaranya adalah tipe stealth dan polymorphic. Virus tipe stealth (siluman) bekerja dengan mengelabui sistem seolah-olah sebuah file berada pada kondisi normal sehingga virus tidak terdeteksi oleh program anti virus, walaupun pada kenyataannya file tersebut telah terinfeksi. Sementara itu virus bertipe polymorphic mampu untuk mengubah ciri-cirinya setiap kali menulari sebuah file. Dengan selalu mengubah dirinya, sang programmer virus berharap dapat menyulitkan para pembuat anti virus dalam mengenali ciri-ciri virus buatannya. Beberapa jenis virus menggunakan gabungan dari kedua teknik ini yang kemudian digolongkan sebagai virus tipe hybrid (campuran).

Bagaimanapun perang antara pembuat virus dengan pembuat antinya akan terus berlanjut. Pembuat virus jelas selalu berada selangkah didepan, sementara pembuat anti virus juga tidak mau ketinggalan untuk terus meneliti dan membuat penangkal untuk virus-virus baru. Dewasa ini setidaknya 200 virus baru muncul setiap bulannya. Ada kecurigaan yang beredar dikalangan pengguna komputer bahwa sebenarnya para pembuat anti virus justeru "berkomplot" dengan para programmer virus untuk meningkatkan penjualan produknya, namun demikian sejauh ini dugaan tersebut belum pernah terbukti kebenarannya.

MENGHINDARI ANCAMAN VIRUS

Sebagai pengguna komputer, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk menghindari sistem kita dari ancaman virus maupun akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya:

1. Pasang Anti Virus pada sistem anda
Sebagai perlindungan di garis depan, penggunaan anti virus adalah wajib. Ada banyak anti virus yang beredar di pasaran saat ini. Beberapa yang cukup handal diantaranya adalah McAfree VirusScan (http://www.mcafee.com/) dan Norton Anti Virus (http://www.symantec.com/).

2. Update database program anti virus secara teratur
Ratusan virus baru muncul setiap bulannya. Usahakan untuk selalu meng-update database dari program anti virus yang anda gunakan. Database terbaru dapat dilihat pada website perusahaan pembuat program anti virus yang anda gunakan.

3. Berhati-hati sebelum menjalankan file baru
Lakukan scanning terlebih dahulu dengan anti virus sebelum menjalankan sebuah file yang didapat dari mendownload di internet atau mengkopi dari orang lain. Apabila anda biasa menggunakan sarana e-mail, berhati-hatilah setiap menerima attachment dalam bentuk file executable. Waspadai file-file yang berekstensi: *.COM, *.EXE, *.VBS, *.SCR, *.VB. Jangan terkecoh untuk langsung membukanya sebelum melakukan scanning dengan software anti virus.

4. Curigai apabila terjadi keanehan pada sistem anda
Menurunnya performa sistem secara drastis, khususnya saat melakukan operasi pembacaan/penulisan file di disk, serta munculnya masalah pada software saat dioperasikan bisa jadi merupakan indikasi bahwa sistem telah terinfeksi oleh virus. Berhati-hatilah!

5. Backup data anda secara teratur
Tips ini mungkin tidak secara langsung menyelamatkan data anda dari ancaman virus, namun demikian akan sangat berguna apabila suatu saat virus betul-betul menyerang dan merusak data di komputer yang anda gunakan. Setidaknya dalam kondisi tersebut, anda tidak akan kehilangan seluruh data yang telah anda backup sebelumnya.